inilah aku semenjak kepergianmu Ayah

Posted: 17 Maret 2011 in Ungkapan

hati memang selalu berkata jujur
bahwa ku tlah kehilangan sebagian dari hidupku
ironis, aku teteskan air mataku
ya, itulah aku… laki-laki pecundang yang hanya bisa meratap tangis

Komentar
  1. FLEUR mengatakan:

    Namanya bukan ironis ketika kamu harus meneteskan air mata disaat orang yang paling kamu sayangi harus pergi untuk selama-lamanya
    Itu bukti bahwa kamu memang sangat sayang dan menyesal setelah beliau pergi untuk selama-lamanya, atau bahkan ada hal-hal yang belum kamu wujudkan ketika beliau masih hidup
    Jangankan Ayah, aku baru 1bulan kemarin kehilangan nenek-ku
    Ibarat besi panas yang sekonyong-konyong mendarat di telapak tangan
    Rasanya sakit, perih, menghujam, menohok dan entahlah sulit aku jelaskan lagi ……

    Intinya, inilah siklus kehidupan jendral
    Ketika kita ‘nyekar’ seseorang pasti suatu saat kita juga akan ‘disekar’ oleh orang lain
    Sayangilah orang yang kamu sayangi selama mereka masih hidup
    Jangan sampai kamu menyesal ketika dia sudah pergi untuk selama-lamanya

    Aku comment karena pada saat ini aku juga masih dalam suasana berduka
    Tetap semangat untuk menjalani hidup ya..
    Salam kenal :”)

  2. Neny mengatakan:

    Ya Allah jadi inget Alm. Ayah😥

  3. Yudha mengatakan:

    Memang tak semuda itu jika kita ditinggalkan orang yang kita sayangi tuk lupakan dia apa lagi orang tua kita yang sudah menghadirkan kita di dunia ini. Ada nya dia ada nya kita jg meski jalan hidup kita tak bahagia karena makteri . Di saat kita sukses kita akan selalu di ingatkan tentang beliau. Namun sayang ya aq bahagi dan sukses beliau tak bisa ikut merasakan, kesedian pun tersus teringat meski sudah lama aq ditanggalkan beliau aq akan selalu merindukan tunggu aq MA di surga amin

  4. kmaren hari minggu 16 feb 2014… sya rsakan hal yg sma.. ayah ku prgi unt slama – lama’na…
    ironis’na pd saat itu sya tdk ada di smping’na… prasaan ingin pulang, tpi g ada pnerbangan ke jatim & jateng… (gara2 letusan gunung kelud)
    di perantauan sya hnya bsa mnangis & menyesali smua’na…😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s